Tersesatnya Kemerdekaan di Jalan yang Benar

Kemerdekaan“Ayah, mengapa adek harus ikut upacara bendera 17 Agustus? Udah panas banget, ngeliatin bendera, gerak jalan gak jelas, belum lagi guru yang ceramahnya panjang banget. Bikin capek adek, yah..” keluh seorang anak yang baru mengikuti upacara bendera kepada ayahnya.

“Karena kita harus mengabdi pada Negara, adek. Salah satu caranya ya melalui upacara bendera 17 Agustus yang adek ikuti tadi pagi di sekolah itu” sang ayah menjelaskan.

“Kalau harus mengabdi kepada Negara, kenapa harus menunggu tanggal 17 Agustus, yah? Kenapa tidak setiap hari saja kita mengabdinya? Lah wong guru2 di sekolah banyak yang bolos ngajar, temen2 banyak yang tawuran, uang SPP malah dipakek jalan2, bahkan temen2 adek banyak yang tidak hafal pancasila, gak pernah sholat, gak pernah ngaji, gak punya sopan santun. Apa begitu yang namanya pengabdian?” si anak bertanya kembali.

“Kalau seperti itu, namanya pengabdian KW 1000, adek. Itu semua adalah contoh yang tidak benar. Dan kita tidak boleh melakukan hal-hal buruk yang telah adek contohkan tadi” sang ayah meluruskan.

“Tapi adek tidak mau mengabdi pada Negara Indonesia, ayah.” si anak kesal

“Lah, kenapa begitu, adek?”

“Karena bagi adek, merdeka itu bebas dari penghambaan kepada manusia dan hanya menghambakan diri pada Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan. Masak adek harus mengikuti orang lain yang hanya mengabdi pada tanggal 17 Agustus” lantas si anak langsung terbangun dari lamunannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s