Kompetensi dan Reward

RewardKecil bahagia, muda foya-foya, tua kaya raya, mati maunya masuk surga… Enak Banget Toh?

Pada hari Senin pagi……

“Ayah!! Adek mau berhenti sekolah hari ini dan seterusnya. Pokoknya gak mau sekolah lagi, gak mau ngerjakan PR, gak mau duduk di kelas dari pagi sampek sore. Pokonya gak mau ngerjakan itu semua lagi. Titik!!!” tetiba anak polos itu marah-marah kepada ayahnya yang sudah siap mengantarkannya ke sekolah.

Dengan heran sang ayah bertanya “Loh kok adek bilang begitu? Nanti kalau adek gak sekolah dan gak rajin masuk sekolah, adek gak bisa jadi orang pintar dan gak bisa jadi dokter loh. Emangnya adek mau bila nanti hidupnya susah? Gaji kecil, rumah kecil, gak punya mobil, gak bisa jalan-jalan ke luar negeri, gak punya baju bagus, gak bisa shoping, gak bisa main golf dan tennis. Adek mau hidup seperti itu?”

Anak itu termenung sejenak, lalu berkata “Ayah sendiri, jarang masuk kantor, suka nongkrong dan ngopi pada jam kerja, datang ke kantor cuma absen saja, bisanya nyuruh dan nyalahkan orang lain. Kok ayah bisa hidup kaya raya dengan cara seperti itu?”

Sang ayah sontak terbangun dari mimpinya dan menyadari bahwa dia telah lama tidur di kantor dari siang hingga jam pulang kerja.

Cerita di atas menjelaskan bahwa sebenarnya suatu keberhasilan seseorang hanya bisa dicapai dengan usaha keras, disiplin ketat, dan istiqomah. Bisa dibayangkan bila seandainya Tomas Alfa Edison berhenti berusaha dalam menghidupkan lampu, kita tidak akan memiliki cahaya di malam hari. Seandainya Bung Karno memilih bertekuk lutut pada penjajah, kita tidak akan bisa hidup bebas. Bila para ibu memilih behenti berusaha dalam masa kehamilannya, tidak akan ada tangis bahagia saat berhasil melahirkan. Bahkan bila Tuhan tidak disiplin memberikan kenikmatan pada kita, apa kita yakin masih bisa bernafas hingga saat ini?

Dalam dunia kerja, diakui atau tidak, banyak sekali faktor yang menghambat kita untuk menjadi seseorang dengan disiplin ketat. Bisa karena kurangnya perhatian dari lingkungan kerja atau atasan, atasan yang bertindak semaunya, minimnya fasilitas penunjang, atau memang karena individunya sendiri yang sudah terbiasa lepas tanggung jawab. Terlepas faktor apa yang mempengaruhi tersebut, masing-masing individu memiliki alasannya masing-masing.

Namun perlu kita sadari bersama, setiap jabatan atau kekuasaan yang diamanahkan kepada kita, berbanding lurus dengan besar kecilnya tanggung jawab yang diemban. Begitu pula, tanggung jawab yang besar berbanding lurus dengan besarnya kemaslahatan bagi orang lain. Bila kita menunda pekerjaan kita, maka pada saat itu pula kita telah menunda orang lain untuk mendapatkan manfaat dari hasil kerja kita. Bisa dibayangkan bila seandainya PLTU Paiton memutuskan untuk memberhentikan proses pembangkitan listrik selama satu hari penuh, berapa juta orang akan mendapatkan dampaknya?

Tidak ada yang meminta kita untuk menjadi seseorang yang sempurna dalam pekerjaan. Namun kita dituntut untuk tetap berusaha. Berusaha untuk apa? Berusaha untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada orang lain melalui pekerjaan kita. Berusaha terus menerus menebar senyum kepada sesama. Tidakkah kita akan merasa sangat bahagia tatkala anak kita berkata “Adek bangga dengan pekerjaan ayah”?

Maka, bila anda digaji Rp 10.000.000 oleh perusahaan namun anda bekerja layaknya orang bergaji Rp 100.000.000, maka Tuhan akan membayar lebihnya dengan kesehatan, karir, kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga, dan ketenangan hidup. Namun sebaliknya, bila anda malah bekerja layaknya orang bergaji Rp 1.000.000, maka Tuhan pun akan menuntut sisanya dengan memberimu kesusahan, permasalahan keluarga, dan keresahan hati. Jadi, mari bersam-sama kita bekerja maksimal dengan ikhlas, yakinlah dan perhatikanlah apa yang akan Tuhan lakukan untuk kejayaan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s