Terminologi Corporate Social Responsibility

cropped-csr1.jpgTanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu kewajiban bagi perusahaan yang telaj berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Kewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial itu sendiri secara jelas telah diatur oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.

Pasal tiga di dalam peraturan tersebut menjelaskan bahwasanya “Tanggung jawab sosial dan lingkungan menjadi kewajiban bagi Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam berdasarkan Undang-Undang”. Dengan demikian, semua Perseroan yang telah terdaftar secara hukum maka wajib melaksanakan tanggung jawab sosial yang ditujukan pada masyarakat dan lingkungan setempat.

Sementara itu, telah banyak pihak yang mendefinisikan tanggung jawab sosial dengan didasarkan dengan perspektifnya masing-masing. Menurut The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) (2000), tanggung jawab sosial perusahaan adalah “business’s contribution to sustainable development and that corporate behavior must not only ensure returns to shareholders, wages to employees, and products and services to customer, but they must respond to societal and environmental concerns and value”. Dari penjelasan yang disampaikan oleh OECD, maka kita dapat menarik titik penting bahwasanya CSR adalah respon konkret perusahaan terhadap nilai-nilai sosial dan lingkungan.

Berkaitan dengan rumusan CSR, The Commission for European Communities (1993) menyampaikan melalui The Green Paper bahwa  CSR “essentially a concept whereby companies decide voluntarily to contribute to a better society and a cleaner environment ”. Selanjutnya, The Green Paper membagi CSR yang dilakukan perushaan ke dalam dua kategori: 1. Internal Dimension of CSR (mencakup manajemen sumber daya manusia, kesehatan dan keselamatan kerja, adaptasi terhadap perubahan dan pengelolaan dampak lingkungan serta sumber daya alam). 2. External Dimension of CSR (mencakup pemberdayaan komunitas lokal, partner usaha yang mencakup para pemasok dan konsumen, hak azasi manusia, dan permasalahan lingkungan global) (Kartini, 2009).

Dari beberapa penjelasan dan pengertian mengenai CSR, maka kita dapat memahami bahwasanya perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kegiatan operasional mereka yang berdampak secara langsung maupun langsung terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan demikian diharapkan perusahaan mampu memberikan nilai tambah lebih bagi kebanyakan ummat.

Muchammad Asy’ari Mashbur Nasran
Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Brawijaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s